Saturday, July 19, 2025

Komponent Dan Fungsi Brake System Pada Mobil

Gambar tersebut menunjukkan diagram sistem rem hidrolik mobil. Berikut penjelasan nama komponen dan fungsinya:
 
1. Master Silinder (Master Cylinder):
Komponen utama sistem rem. Ketika pedal rem ditekan, master silinder menciptakan tekanan hidrolik dalam sistem. Tekanan ini dihasilkan dari gerakan piston di dalam master silinder.
 
2. Saluran Rem (Brake Lines/Hoses):
Pipa atau selang yang membawa cairan rem bertekanan dari master silinder ke silinder roda di setiap roda. Terbuat dari bahan yang tahan tekanan tinggi dan korosi.
 
3. Cairan Rem (Brake Fluid): 
Cairan khusus yang tidak dapat dimampatkan, berfungsi untuk mentransmisikan tekanan dari master silinder ke kaliper atau silinder roda. Cairan rem harus diganti secara berkala sesuai rekomendasi pabrikan.
 
4. Silinder Roda / Wheel Cylinders (atau Kaliper Rem / Brake Caliper untuk sistem rem cakram): 
Komponen yang menerima tekanan hidrolik dari saluran rem. Pada sistem rem tromol, silinder roda mendorong kampas rem ke tromol. Pada sistem rem cakram, kaliper rem menjepit cakram rem dengan kampas rem.
 
5. Kampas Rem / Brake Pads (atau Sepatu Rem / Brake Shoes untuk sistem rem tromol): 
Material gesek yang menekan cakram atau tromol rem untuk menciptakan gaya pengereman. Kampas rem akan aus seiring pemakaian dan perlu diganti secara berkala.
 
6. Cakram Rem / Brake Disc (atau Tromol Rem / Brake Drum): 
Bagian yang dihimpit oleh kampas rem untuk menghasilkan gaya pengereman. Cakram rem terdapat pada sistem rem cakram, sedangkan tromol rem pada sistem rem tromol.
 
7. Roda: 
Bagian yang terhubung ke sistem rem. Gaya pengereman yang dihasilkan oleh kampas rem yang menekan cakram atau tromol akan memperlambat putaran roda dan menghentikan mobil.
 
Cara Kerja:
Ketika pedal rem ditekan, piston di dalam master silinder bergerak, menciptakan tekanan pada cairan rem. Tekanan ini diteruskan melalui saluran rem ke silinder roda (atau kaliper rem). Silinder roda (atau kaliper) kemudian mendorong kampas rem untuk menjepit cakram atau tromol rem, menghasilkan gaya gesek yang memperlambat dan menghentikan kendaraan.
 
Catatan: Gambar menunjukkan sistem rem yang relatif sederhana. Sistem rem modern mungkin memiliki komponen tambahan seperti ABS (Anti-lock Braking System), EBD (Electronic Brakeforce Distribution), dan lainnya untuk meningkatkan keamanan dan kinerja pengereman.


Sunday, May 19, 2024

Komponen Dasar Engine

 

BLOCK ASSEMBLY 
Pada bagian ini akan dijelaskan nama dan fungsi komponen-komponen yang terdapat
pada cylinder block.
ENGINE BLOCK
Engine block adalah bagian utama yang mendukung semua komponen engine.

CYLINDER 

Cylinder ialah lubang-lubang di block engine. Cylinder mempunyai beberapa fungsi

dan tugas, yaitu :

• Rumah untuk piston.

• Ruang untuk pembakaran.

• Meneruskan panas keluar dari piston.

Gb.  Cylinder


CYLINDER LINER

Cylinder liner membentuk selubung air yang membatasi air pendingin dengan piston.

Terdapat dua jenis Cylinder Liner: Wet type cylinder liner (tipe basah) dan dry type

(tipe kering). Liner basah mempunyai o-ring yang menyekat selubung air dan

mencegah bocornya pendingin.

Dry liner atau biasa juga disebut sleeve dipakai untuk memperbaiki parent bore yang

mengalami kerusakan. Liner semacam ini disebut “dry“ karena sangat merapat pada

dinding lubang cylinder di block engine tanpa ada air yang berkontak langsung

dengannya.





Friday, October 13, 2023

Cara Perbaiki Sistem Alternator Mobil.

Fungsi Alternator : Untuk melakukan pengisian kembali tegangan baterai
KOMPONEN UTAMA DAN FUNGSINYA

1. NUT

Untuk mengikat komponen-komponen yang berada pada poros alternator

2. LOCK WASHER

Untuk mengunci posisi komponen-komponen yang berada poros alternator pada posisi yang di tentukan

3. PULLLEY

Untuk tempat kedudukan dari sabuk V-Belt yang terhubung langsung ke puli poros engkol mesin

4. FAN

Untuk mendinginkan kumparan rotor dan stator ketika alternator bekerja untuk proses pengisian

5. FAN SPACER

Untuk mengatur jarak posisi dari kipas

6. FRONT HOUSING

Untuk penutup bagian depan dari alternator

7. FRONT BEARING

Untuk menyanggah poros bagian depan dari rotor

8. RETAINER

Untuk menahan posisi front bearing agar tepat kedudukannya dengan front housing

9. STOP RING

Untuk menghentikan batas yang tepat posisi dari poros rotor

10.ROTOR

Untuk menimbulkan medan magnet dan mengubahnya menjadi listrik

11.STATOR

Untuk memotong medan magnet dan mengubahnya menjadi listrik

12.PCB

Untuk papan cetak dari dioda-dioda negatif dan dioda positif
 13.BRUSH RETAINER

Untuk tempat kedudukan dari pada brushes

14.SPRINGS

Untuk mendorong brushes sampai pada batas minimum (aus)

15.REAR HOUSING

Untuk menutup alternator bagian belakang

16.REAR BEARING

Untuk menahan kedudukan poros bagian belakang

1.TERMINAL INSULATOR

Untuk penyekat atau merupakan isolasi dari terminal-terminal yang terdapat pada alternator

KOMPONEN BESAR UTAMA ALTERNATOR

1. ROTOR terdiri 

    1. MUR PENGIKAT
    2. PULI
    3. FAN
    4. FRONT HOUSING
    5. ROTOR COIL
    6. SLIP RING
    7. BANTALAN

2. STATOR terdiri dari :

    1. STATOR COIL
    2. DIODE ( + / - )
    3. BRUSH HOLDER
    4. BRUSH
    5. REAR HOUSING

3. REGULATOR

Fungsi : Untuk memasukkan arus listrik kedalam kumparan rotor, meskipun putarannya berubah-ubah.
KETERANGAN KODE

IG = IGNITION
N = NEUTRAL
E = EMITTER
F = FUSE
L = LIGHT
B = BATTERY

CHART REGULATOR 6 TERMINAL 
Pada sistem pengapian jenis ini titik netral dari kumparan stator alternator di pergunakan untuk mengatur bekerjanya tegangan Relay (Voltage Relay). Lampu tanda pengisian akan menyala atau mati sesuai dengan kerjanya voltage relay dan bilamana tegangan terminal (N) kurang dari jumlah yang ditentukan maka alternator tidak mengirimkan jumlah listrik yang normal dalam mengisi baterai kembali.

CARA KERJA SISTEM PENGISIAN DALAM RANGKAIAN

PERHATIKAN GAMBAR
CARA KERJA ALTERNATOR DALAM RANGKAIAN

Bila kunci kontak di "ON" kan, arus listrik dari baterai mengalir ke charge warning lamp, terminal (L) regulator, titik kontak voltage relay "P1" dan "P0" terus ke masa bodi (E). dan pada saat yang sama menglir arus ke kumparan voltage regulator mengakibatkan lampu tanda kontrol menyala. Pada saat yang sama pula, arus lain dari baterai mengalir melalui sikring, terminal "IG" regulator, titik kontak voltage regulator "P3" dan "P4" keluar melalui terminal "F" alternator terus ke rotor coil Arus listrik yang mengalir masuk ke dalam rotor coil akan menimbulkan kemagnetan (Field Current) dan dalam hal ini belum ada proses pengisian.

Sesudah mesin nyala dan rotor berputar maka terjadilah arus AC yang akan diubah oleh 6 buah dioda menjadi arus DC. Tegangan ini menjadi lebih besar di antara terminal "B" dan "E". dan tegangan keluar dari "N" stator coil, menyebabkan tenaga tarik dari kumparan pada voltage relay bertambah besar dan titik "P1" berhubungan dengan titik "P2" dan lampu tanda pengisian mati yang berarti sistem pengisian telah bekerja.

PERAWATAN DAN PERBAIKAN ALTERNATOR 

1. PERIKSA CONTINUITAS OPEN CIRCUIT ROTOR COIL
Periksa hubungan terbuka rotor coil, jika ada hubungan (Baik), jika tidak ada hubungan (Putus)

2. PERIKSA CONTINUITAS MASSA ROTOR COIL
Periksa hubungan massa dari rotor coil, jika ada hubungan (Bocor), jika tidak ada hubungan (Baik)


3. PERIKSA DIAMETER SLIPRING
Periksa diameter slipring dari keausan akibat gesekan dengan brush, Diameter standart dari slipring tergantung dari sfesifikasi pabrik, jika sudah aus (Ganti baru)

4. PERIKSA CONTINUITAS OPEN CIRCUIT STATOR COIL
Periksa hubungan terbuka stator coil, jika ada hubungan (Baik), jika tidak ada hubungan (Putus)

 5. PERIKSA CONTINUITAS MASSA STATOR COIL
Periksa stator coil hubungan massa, jika ada hubungan (Bocor), jika tida ada hubungan (Baik)

6. PERIKSA CONTINUITAS DIODA (+) DAN DIODA (-)
 
Periksa hubungan dioda (+) dan dioda (-), jika salah satu ada hubungan berarti kondisi dioda (Baik)

7. PERIKSA PANJANG SIKAT
Ukur panjang sikat (sesuai sfesikasi pabrik) jika sudah aus, terbakar atau rusak (Ganti baru)

KERUSAKAN-KERUSAKAN ALTERNATOR

1. Rotor coil putus/terbakar
2. Stator coil putur/terbakar
3. Dioda putus/mati
4. Regulator coil rusak/terbakar
5. Brush aus dan brush holder patah
6. Bearing depan dan belakng sudah aus

Saturday, June 10, 2023

Mengenal Simbol Lampu di Panel Indikator Truk dan Bus Hino

Mungkin kita sering memperhatikan simbol – simbol tersebut, tetapi apakah kalian tau akan arti dan maksud dari simbol tersebut bila menyala. Tentu akan sangat berbahaya bila pengemudi tidak memahami simbol tersebut pada saat mengendarai kendaraan, akibatnya kendaraan bisa rusak atau bahkan bisa berakibat kecelakaan di perjalanan. Karena itu kami akan membantu sahabat hino untuk mengenal simbol lampu di panel indikator truk dan bus hino 
Berikut daftar dan penjelasan berbagai indikator yang tertera di panel instrumen:
Tekanan Oli Mesin
Indikator tekanan oli menyala dan buzzer berbunyi ketika tekanan oli rendah atau tidak normal. Hentikan kendaraan pada tempat yang aman dan tarik tuas rem parkir untuk menghentikan suara buzzer. Kemudian periksa level oli mesin dan kebocoran oli (bila ditemukan kebocoran oli), maka segera hubungi Mekanik
Rem Parkir
Indikator rem parkir akan menyala bila tuas rem parkir ditarik ke atas atau diaktifkan. Rem parkir juga akan otomatis aktif apabila tekanan udara pada tangki rem rendah, sehingga akan terjadi pengereman secara otomatis. Karena dari itu kemungkitan terjadinya rem blong sangat kecil.
Tekanan Udara Tangki Rem
Indikator tekanan udara tangki rem menyala dan buzzer berbunyi bila tekanan udara turun dan jarum alat ukur pada spidometer berada pada posisi daerah merah. Hentikan kendaraan pada tempat yang aman dan tarik tuas rem parkir untuk menghentikan suara buzzer. Kemudian periksa ada tidaknya kebocoran pada tangki udara rem, kemudian jalankan kendaraan pada kecepatan menengah untuk menaikan tekanan udara dan segera hubungi Mekanik 
Level Pendingin Radiator
Indikator level pendingin radiator menyala dan buzzer berbunyi bila air pendingin yang berada di radiator berada dibawah level tertentu. Hentikan kendaraan pada tempat yang aman dan tarik tuas rem parkir untuk menghentikan suara buzzer. Tunggu hingga mesin dingin terlebih dahulu, kemudian buka tutup radiator dan isilah cairan pendingin radiator hingga batas yang ditentukan. Bila menemukan kebocoran pada radiator mana segera hubungi Mekanik 
Pengisian Baterai (Accu)
Indikator pengisian baterai menyala bila terjadi pengisian yang tidak benar pada sistem pengisian. Yang normal, indikator menyala ketika anda memutar kunci kontak ke posisi ON tetapi indikator akan mati ketika mesin mulai hidup dan alternator mulai mengisi baterai/ accu.
Inter Axle Differential Lock
Indikator Inter Axle Differential Lock menyala bila switch telah ditekan ke posisi ON. Inter Axle Differential Lock ini berfungsi untuk mengunci axle depan dan belakang, sebaiknya diaktifkan pada saat akan melewati jalanan (tidak rata, kasar, licin dan bersalju) untuk menjamin peforma mengemudi yang baik. Sebelum mengaktifkan switch ke ON sebaiknya kendaraan telah berhenti dengan sempurna.
ES Start (Hino Provia/ Seri 700)
Indikator ES Start menyala dan buzzer berbunyi secara otomatis ketika kunci kontak diputar ke posisi ON (menandakan kondisi normal). ES Start adalah sebuah perangkat yang berfungsi (jalanan menanjak) ketika pedal rem ditekan lebih dari 1 detik setelah kendaraan berhenti sempurna, maka kekuatan pengereman akan dipertahankan secara otomatis walaupun kaki dilepas dari pedal rem. Saat pedal kopling dilepaskan ketika akan menjalankan kendaraan, maka secara otomatis rem akan dilepaskan. Fitur ini dapat diaktifkan atau di non-aktifkan dengan menekan switch utama ES
Kuras Air Tangki Bahan Bakar
Indikator kuras air tangki bahan bakar menyala bila air yang terkandung dalam bahan bakar menumpuk pada filter bahan bakar. Bila indikator ini menyala maka parkir kendaraan anda ditempat yang aman, matikan mesin kemudian buang atau kuras air pada filter bahan bakar
PTO (Power Take Off)
Indikator PTO menyala dan buzzer berbunyi bila switch telah ditekan ke posisi ON. PTO ini hanya ada di truk dump dan mixer yang berguna untuk menaikan/ menurunkan dump atau memutar tangki molen (mixer)
Exhaust Brake/ Rem Gas Buang (Hino Ranger)
Exhaust brake pada hino ranger akan berfungsi dan lampu indikator akan menyala ketika tuas di sisi kiri roda kemudi ditarik kebawah dan kaki anda tidak menekan pedal gas serta pedal kopling. Fitur ini akan membantu untuk memperkuat daya pengereman yang ditimbulkan oleh engine brake. 
Exhaust Brake/ Rem Gas Buang (HIno Dutro)
Exhaust brake pada hino dutro akan berfungsi dan lampu indikator akan menyala ketika tuasnya ditarik kebawah dan kaki anda tidak menekan pedal gas serta pedal kopling. Fitur ini akan membantu untuk memperkuat daya pengereman yang ditimbulkan oleh engine brake. 
Check Engine
Indikator check engine menyala bila sistem bahan bakar tidak normal atau rusak, jika mesin tidak dapat dihidupkan kembali maka pindahkan kendaraan ke tempat yang aman dengan mendereknya. Kemudian segera hubungi dealer hino terdekat dilokasi anda berada.
Lampu Jarak Jauh
Indikator lampu jauh menyala bila lampu utama telah dinyalakan dan tuas pada sisi kanan roda kemudi ditekan ke bawah (High Beam) atau ketika tuas ditekan ke atas (Passing). Pada posisi passing lampu akan menyala, selama tuas dipertahankan ke atas, posisi passing digunakan untuk memberi tanda pada kedaraan di depan. Posisi passing juga dapat digunakan ketika lampu pada posisi OFF
Low Range
Indikator low range menyala bila range shift switch yang berada di tuas kopling di geser ke bawah. Gigi transmisi pada low range adalah gigi rendah ( R – C – 1 – 2 – 3 – 4 ). Pada saat switch pada posisi LOW dan kendaraan melibihi kecepatan standar maka buzzer akan berbunyi dan lampu indikator low range akan berkedip. 
High Range
Indikator high range menyala bila range shift switch yang berada di tuas kopling di geser ke atas. Gigi transmisi pada high range adalah gigi tinggi ( 5 – 6 – 7 – 8 ). Pada saat akan melakukan perpindahan dari gigi tinggi/ High Ranger ke gigi rendah/ Low Range, maka pastikan gigi sudah berada di gigi 5. Kemudian turunkan kecepatan dan RPM di 2.150 / 1.700 r/rim, lalu geser shift switch ke bawah (low range) dan ganti ke gigi 4 secara perlahan
Lampu Kabut
Indikator lampu kabut menyala bila lampu utama telah diaktifkan dan switch lampu kabut ditekan ke posisi ON. Gunakan lampu kabut pada saat pandangan buram pada jalanan berkabut dan sebagainya.
Lampu Tanda Belok atau Hazard
Indikator lampu Hazard menyala bila tuas pada sisi kiri roda kemudi di dorong kedepan. Lampu hazard ini dapat berkedip walaupun kunci kontak berberada di posisi OFF. Indicator tanda berbelok menyala bila tuas pada sisi kanan roda kemudi di geser ke atas (tanda berbelok kiri) dan di geser ke bawah (tanda berbelok kanan).
Peringatan Transmisi
Indikator peringatan transmisi menyala bila terjadi permasalahan pada sistem transmisi pada truk atau bus hino anda.Bila indikator ini menyala maka parkir kendaraan anda ditempat yang aman dan segera hubungi Mekanik
Peringatan Turbo Boost
Indikator peringatan turbo boost menyala bila tekana udara pada turbo charger terlalu tinggi. Bila indikator ini menyala disaat anda sedang mengemudikan kendaraan. Maka segera turunkan putaran mesin agar indikator tersebut mati. Tetapi hal ini bukan berarti sistem telah normal kembali. Segeralah hubungi dealer hino atau kemudikan kendaraan menuju dealer hino dengan kecepatan mesin rendah. 
Peringatan ABS (Anti - Lock Brake Sistem)
Indikator peringatan ABS menyala dan lampu alarm akan berbunyi bila terjadi permasalahan pada sistem sensor ABS. Pada saat ABS mengalami kerusakan sistem pengereman akan tetap berfungsi secara normal seperti kendaraan yang tidak memiliki ABS. Apa itu ABS (Anti – Lock Brake Sistem) ? adalah sebuah perangkat yang mendukung penghentian kendaraan pada kondisi tertentu dengan mencegah penguncian roda dan olengnya ekor kendaraan saat dilakukan pengereman secara mendadak pada jalan licin.
Peringatan ABS Trailer
Indikator peringatan ABS trailer menyala dan lampu alarm akan berbunyi bila trailer yang sudah memakai sistem ABS mengalami permasalahan. Pada saat ABS mengalami kerusakan sistem pengereman akan tetap berfungsi secara normal seperti trailer yang tidak memiliki ABS. Segera hubungi dealer hino untuk diperiksa dan diperbaiki.
Peringatan Non ABS Trailer
Indikator peringatan non ABS trailer menyala bila trailer yang dipasang tidak memiliki sistem pengereman ABS. Maka mengemudilah secara hati – hati dan apabila lampu peringatan ini menyala pada trailer yang menggunakan sistem rem ABS, segera periksa kabel coupling.

Terimakasih semoga Bermanfaat

Wednesday, June 7, 2023

Cara cek busi motor apakah masih bagus atau rusak

Cara cek busi motor apakah masih bagus atau rusak

Cara cek busi motor apakah masih bagus atau rusak – Pernah nggak anda mengalami motor mogok di tengah jalan? Motornya tiba-tiba mati begitu saja padahal bensin ada dan kelistrikan motor juga normal. Pas coba dinyalakan ulang tetap nggak mau hidup. Dibawa ke bengkel, eh ketahuan kalo busi nya mati. Hehe

Iya, peran busi pada sepeda motor sebegitu pentingnya. Tanpa busi maka motor bensin tidak akan bisa hidup karena salah satu syarat proses pembakaran yakni pengapian tidak akan terjadi.

Lalu bagaimana cara mengecek (memastikan) kondisi sebuah busi motor apakah masih dalam keadaan bagus atau tidak secara akurat?

Cara cek busi motor apakah masih bagus atau tidak
Kebanyakan dari kita biasanya menilai busi rusak atau tidak berdasarkan visual pada ujung busi. Jika busi terlihat sudah berwarna cokelat usang, agak kekuning-kuningan, dll disertai motor tidak bisa hidup, maka itu artinya kita menganggap busi sudah rusak.

Ada juga yang melakukan pengecekan dengan cara membuka busi dari mesin. Busi dipegang sambil starter motor. Jika terdapat percikan api pada ujung busi maka itu artinya busi masih bagus, tapi jika tidak ada maka artinya busi sudah rusak. Tapi perlu diingat bahwa cara ini cukup berbahaya karena jika ada kebocoran pada kabel busi, biasanya akan ada hentakan setrum yang cukup keras. Hal ini disebabkan karena terdapat tegangan tinggi pada busi yang terhubung dengan coil.

Ke 2 cara di atas tidak salah. Bahkan saya pun kadang melakukan cara yang sama untuk mengecek busi masih bagus atau tidak.

Hanya saja, ada cara yang lebih akurat untuk memastikan kondisi busi motor apakah masih bagus atau sudah rusak. Caranya adalah dengan mengukur tahanan busi menggunakan multimeter (multitester).

Berikut ini adalah langkah-langkahnya

Langkah-langkah pengecekan busi menggunakan multimeter
1. Buka busi dari mesin. Pastikan ujung busi benar-benar sudah dibersihkan terutama pada bagian yang ditunjukan tanda panah.
2. Posisikan selektor multitester pada posisi ohm > 20k seperti gambar berikut.
3. Lakukan pengukuran seperti gambar berikut
4. Amati hasilnya. Jika multitester menunjukan nilai tahanan antara 6 – 15 ohm, itu artinya busi motor masih dalam keadaan bagus. Jika di luar itu, maka busi sudah rusak dan harus diganti. 

Hanya saja perlu diperhatikan, jika nilai pengecekan tahanan sudah terlalu dekat dengan angka 15 ohm, itu artinya busi sudah harus segera diganti. Busi yang benar-benar bagus memiliki tahanan sekitar 6 – 8 ohm.

Baiklah, sekian artikel tentang Cara cek busi motor apakah masih bagus atau rusak. Jika anda menganggap artikel ini menarik dan bermanfaat, mohon bantu dishare pada tombol berbagi di bawah ini. Terimakasih…